Derita Mahasiswa China Habiskan Ratusan Juta untuk Kembali Belajar akibat Pandemi COVID-19

Penulis : Faqih Ma arif *)

14 Maret 2020   00:30 Diperbarui: 14 Maret 2020   00:35  85  2 2

Derita Mahasiswa China Habiskan Ratusan Juta untuk Kembali Belajar akibat Pandemi COVID-19

Ilustrasi COVID-19 | pixabay.com

Perlu diketahui bersama bahwa terdapat sekitar 260.000 mahasiswa China yang terdata secara resmi di Australia. Untuk hal ini, pemerintah Australia mendapatkan dana setiap tahunnya dari sektor Pendidikan sekitar $12 Miliar (khusus dari Tiongkok) atau sekitar 109 Triliun per-tahunnya.

Jadi, secara ekonomis bisa di kalkulasikan bahwa apabila 260.000 mahasiswa China tidak kembali ke Australia karena kebijakan pemerintah, maka pemerintah Australia akan kehilangan $12 Miliar.

Berbeda dengan Karen Ji, mahasiswa lain menilai lebih obyektif dengan menganggap bahwa Australia berhak menentukan apa yang dirasa aman untuk negaranya. Oleh karena itu, sangat sulit untuk menilai apakah kebijakan itu baik atau tidak, tapi yang jelas semua itu akan berdampak kepada seluruh komponen masyarakat.

Justru, beberapa universitas memberikan subsidi atau hibah sekitar $7500 atau 68 juta rupiah seperti di University of Melbourne, University of Adelaide dan Western Sydney University.

Lebih dari 25.000 mahasiswa asal Tiongkok telah kembali ke Australia sejak 02 Februari 2020 lalu setelah menjalani karantina.
Otoritas Australia memuji siswa asal China yang mengambil langkah untuk pergi ke negara ketiga dalam waktu 14 hari. Pergi ke negara ketiga dan mengkarantina diri sendiri merupakan sebuah kelaziman sebelum kembali belajar di Australia.

Hingga saat ini, sebanyak 128 kasus pendemi COVID-19 telah menyebar di Australia tertanggal 13 Maret 2020. Kasus pertama yang mengejutkan justru dating dari seorang bayi yang menderita COVID-19 setelah kembali dari Iran.

Selanjutnya dua orang asal Australia dilaporkan adalah seorang wanita berusia 95 tahun di panti jompo NSW, serta di Australia Barat berusia 78 tahun berasal dari kapal pesiar Diamond Princess.

Sebagai penutup, marilah kita berdo’a agar pademi COVID-19 ini segera berlalu. Derita dunia pendidikan akibat Pandemi COVID-19 ini tidaklah sedikit. Proses belajar mengajar harus terus berjalan, jangan sampai terhenti.

*)

Faqih Ma arif

Civil Engineering: Discrete Element | Engineering Mechanics | Finite Element Method | Material Engineering | Structural Engineering |

Beijing University of Aeronautics and Astronautics | 601B号房间 | 1号楼, 外国留学生宿舍 | 北京航空航天大学 | 北京市海淀区学院路 | 37學院路, 邮编 |100083 |


Semoga bermanfaat
Copyright @fqm2020
References1 2 3 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Patroli Militer Gabungan Pertama Antara pasukan Rusia dan Turki di Suriah

Sun Mar 15 , 2020
Patroli Militer Gabungan Turki-Rusia
Tentang Hiramedia: Derita Mahasiswa China Habiskan Ratusan Juta untuk Kembali Belajar akibat Pandemi COVID-19

Sebagai Web/Blog :

  1. 1.Media Informasi : Menyampaikan gagasan, ide dan informasi seputar isu-isu mutakhir sosial politik, khususnya di dunia Islam yang dirangkum dari berbagai sumber, baik nasional maupun internasional.
  2. Media Publikasi : Menerbitkan riset dan penelitian para profesional dan pakar di bidangnya untuk dimanfaatkan masyarakat luas.
  3. Media Edukasi : Menghadirkan berbagai sumber informasi dan bacaan  yang edukatif dan inovatif kepada pembaca dengan prinsip menjunjung tinggi perbedaan dalam bingkai kebinnekaan dan  toleransi sesuai semangat keislaman serta keindonesiaan yang berdasarkan Pancasila.

HIRAMEDIA KONTAK : hiramedia45@gmail.com

Close Ads Here
Close Ads Here