Tunisia : Dituding “Culik” Tokoh En-Nahda, Presiden Saied Diadukan ke PBB

Noureddine El-Beheiry/en.Wikipedia.org

Hiramedia : Organisasi Hak Asasi Manusia dari Jenewa dan Paris mengumumkan berencana untuk mengadukan Presiden Tunisia, Kais Saied dan Menteri Dalam Negeri Tawfiq Sharaf El-Din ke PBB atas tudingan “penculikan” pemimpin Gerakan Ennahda dan mantan Menteri Kehakiman Noureddine El-Beheiry.

Menurut laporan aljazeera.net (9/1/2022), seorang pengacara Saida Al-Akrimi, istri Noureddine El-Beheiry, dalam konferensi pers, mengatakan bahwa dia akan mengajukan pengaduan terhadap Menteri Dalam Negeri, Tawfiq Sharaf El-Din, Wali Bizerte, dan para kepala keamanan, termasuk komandan Garda Nasional Tunisia, atas keterlibatan mereka dalam penculikan suaminya, Noureddine El-Beheiry.

Al-Akrimi menegaskan bahwa apa yang terjadi pada suaminya merupakan target kejahatan penuh, penculikan dan penghilangan paksa. Ia menggambarkan bahwa suaminya diculik tanpa izin pengadilan dan tanpa sepengetahuan otoritas peradilan.

El-Beheiry, lahir di Jebniana, meraih gelar Master di bidang Hukum dan Ilmu Politik dari Universitas Tunis. Ia bergabung dengan Gerakan En-Nahda pada tahun 1977. Sebagai seorang aktivis politik ia keluar masuk penjara. Sejak Februari sampai September 1987 di bawah Presiden Habib Bourguiba, ia mendekam di penjara. Lalu, bekerja sebagai pengacara di Tunis.

Pada 20 Desember 2011, setelah mantan Presiden Ben Ali digulingkan, ia bergabung dengan Kabinet Jebali sebagai Menteri Pertahanan.

Menyusul kemenangan En-Nahda dalam pemilihan Majelis Konstituante 23 Oktober 2011, di mana ia terpilih di daerah pemilihan Ben Arous, ia menjadi Menteri Kehakiman pada 24 Desember 2011 di bawah pemerintahan Hamadi Jebali.

aljazeera.net/agenicies

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: