Iran Protes Pertemuan Eropa, AS dan Dewan Kerjasama Teluk

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh/twitter.com/Skhatibzadeh

Hiramedia : Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan pada hari Jumat (19/11/2021) bahwa pertemuan Uni Eropa, Amerika Serikat dan Dewan Kerjasama Teluk (CGC) tidak memiliki legitimasi.

Menurut Kahtibzadeh, Iran mengutuk sanksi baru AS terhadap individu dan entitas Iran dengan tuduhan mencoba mempengaruhi pemilihan Presiden 2020.

Dalam sebuah wawancara pers dilansier aljazeera.net (19/11/2021), Khatibzadeh mengatakan bahwa pertemuan trio Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan pernyataan yang dikeluarkan olehnya tidak memiliki legitimasi dan tidak pantas untuk ditanggapi.

Dia menambahkan bahwa Washington bertanggung jawab atas situasi yang dicapai perjanjian nuklir karena penarikannya dari perjanjian tersebut dan pelanggarannya terhadap Resolusi PBB 2231.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menilai bahwa Washington sedang mencoba menciptakan krisis baru dengan menciptakan suasana negatif terhadap Iran.

Khatibzadeh menambahkan bahwa Washington adalah pihak yang menggunakan senjata nuklir dan memiliki “sejarah hitam” untuk mencampuri urusan dalam negeri banyak negara.

Dalam konteks yang sama, Khatibzadeh menekankan bahwa negara-negara yang terlibat dalam petualangan di kawasan dan dalam perang di Yaman tidak dapat membuat tuduhan tak berdasar terhadap Iran.

Sebelumnya, Kamis (18/11/2021), Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan pejabat dari trio Eropa (Prancis, Jerman dan Inggris) dengan utusan khusus AS untuk Iran Robert Malley, dan pejabat dari negara-negara Dewan Kerjasama Teluk, serta dari Mesir dan Yordania.

Dikatakan bawha mereka membahas kegiatan Iran yang dianggap mengacaukan kawasan sebagaimana pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS.

Mengomentari sanksi baru, juru bicara Iran mengatakan, “Iran mengutuk sanksi ilegal AS yang baru, yang merupakan kelanjutan dari kebijakan tekanan ekstrem yang gagal dilakukan oleh (mantan Presiden Donald) Trump.”

sumber : aljazeera.net

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: