Otoritas Arab Saudi Izinkan Kegiatan Umrah di Bulan Ramadhan 1442 H.

Jamaah Umrah Asal Indonesia di Masjidil Haram Mekkah/Foto:Fath

HIramedia: Pihak berwenang Kerajaaan Arab Saudi akan mengizinkan kegiatan Umrah dan kegiatan shalat harian di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada bulan Ramadhan tahun ini dengan pembatasan.

Akibat pandemi Covid-19, otoritas Arab Saudi, seperti dilansir Arabnews.com (7/4/2021) mengatakan bahwa 150.000 orang akan diizinkan untuk melakukan umrah atau shalat setiap hari di Masjidil Haram selama Ramadhan, yang dimulai minggu depan.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci mengatakan hingga 100.000 jamaah akan diizinkan untuk shalat di Masjidil Haram dan 50.000 jamaah akan diizinkan untuk melakukan umrah, sebagai bagian dari rencananya untuk meningkatkan kapasitas operasional.

Diberitakan, Kementerian Agama Islam, Bimbingan dan Dakwah mengatakan, izin umrah akan diberikan kepada jamaah berusia 65 tahun ke atas yang sudah divaksinasi virus corona.

Sheikh Abdulrahman Al-Sudais, Ketua Presidensi Urusan Dua Masjid Suci, mengatakan bahwa vaksinasi merupakan syarat untuk memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Menteri Urusan Islam Dr. Abdullatif Al-Asheikh pada hari Selasa (7/4/2021) mengeluarkan arahan mengenai tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran virus corona selama Ramadhan.

Dikatakan bahwa buka puasa, suhur dan itikaf di dalam masjid selama Ramadhan akan ditangguhkan. Sementara jumlah lokasi sholat Idul Fitri akan ditambah.

Al-Asheikh mengatakan, hal-hal terkait penyelenggaraan shalat tarawih dan qiyam di masjid akan diumumkan kemudian.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr. Abdel Fattah Mashat, mengatakan orang yang ingin melakukan umrah selama Ramadhan harus mengajukan aplikasi izin melalui aplikasi “Tawakkalna” bukan aplikasi “E´tamarna”, dan akan ada pembaruan dalam beberapa hari mendatang mengenai pemberian izin.

Menurutnya, Izin akan dibagikan setiap minggu selama Ramadhan untuk para peziarah dan orang-orang yang ingin shalat di Dua Masjidil Haram. Ia menambahkan bahwa akan dibuka perizinan baru setiap dua minggu baru dengan (kemungkinan) adanya pembatalan.

Dilaporkan, Arab Saudi pada hari Selasa (7/4/2021) melaporkan adanya 792 kasus baru COVID-19, sehingga secara total menjadi 394.169 kasus. Ada 6.686 kasus aktif, 846 di antaranya kritis.

sumber . Arabnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: