Houthi Menyerang Kamp Militer Pemerintah dan Membom Najran di Arab Saudi

Pendukung kelompok Houthi mengangkat senjata mereka saat demonstrasi di Sanaa (AFP)

Kelompok Ansar Allah (Houthi) di Yaman melancarkan serangan rudal balistik dan drone pada hari Kamis (6/8/2026) menargetkan kamp-kamp pasukan pemerintah Yaman di provinsi Ma’rib dan Hadramawt. Selain itu, kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut juga membom wilayah perbatasan Najran di dalam Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, sebagaimana dilansir Aljazeera.net (7/8) mengatakan pasukannya menargetkan kamp-kamp pasukan pemerintah dengan rudal balistik dan drone. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut menargetkan apa yang ia gambarkan sebagai “peningkatan militer yang didukung Arab Saudi.”

Sebagai tanggapan, Kementerian Pertahanan pemerintah Yaman menyatakan bahwa Houthi melancarkan serangan rudal balistik dan drone yang menargetkan beberapa kamp dan unit angkatan bersenjata di Ma’rib dan Hadramawt, menegaskan bahwa tentara akan membalas “pada waktu dan tempat yang tepat.”

Mengutip Menteri Informasi Yaman Muammar al-Iryani Aljazeera melaporkan bahwa kelompok Houthi “hanya pandai membunuh warga Yaman,” menargetkan pasukan militer yang mencerminkan pendekatan mereka secara terus-menerus untuk melemahkan lembaga-lembaga negara.”

Laporan berbeda mengenai jumlah korban tewas akibat serangan tersebut. Sebuah sumber militer mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 58 orang, di samping puluhan yang terluka, menunjukkan bahwa jumlah korban dapat meningkat lebih lanjut karena parahnya beberapa luka yang mereka alami.

Sebaliknya, seorang pejabat militer lain mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa salah satu serangan rudal menargetkan pasukan yang sedang melakukan latihan pagi di sebuah kamp di provinsi Ma’rib, mengakibatkan kematian dan cedera setidaknya 45 tentara.

Bersamaan dengan serangan di dalam Yaman, koalisi militer pimpinan Saudi mengumumkan pada Kamis malam/Jumat dini hari bahwa 11 warga sipil terluka di wilayah perbatasan Najran akibat serangan Houthi.

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Saudi (SPA) bahwa 11 warga sipil terluka di wilayah Najran akibat “serangan Houthi.”

Serangan yang menargetkan Najran adalah serangan paling keras terhadap Kerajaan sejak perjanjian gencatan senjata ditandatangani, pada saat konfrontasi antara Houthi dan Arab Saudi meningkat sejak bulan lalu, meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas dan melemahkan upaya de-eskalasi.

Sumber: Al Jazeera + Kantor Berita