Untuk Apa Presiden AS, Joe Biden Kunjungi Timur Tengah?

President Joe Biden poses for his official portrait Wednesday, March 3, 2021, in the Library of the White House. (Official White House Photo by Adam Schultz)

Presidern Joe Biden/Official portrait, 2021/en.wikipedia.org

Hiramedia : Presiden AS, Joe Biden akan melakukan serangkan agenda perjalanan ke Timur Tengah. Dilaporkan, Selasa malam – waktu setempat – (AS) Joe Biden memulai kunjungannya dengan Israel sebagai rute pertama kunjungannya tersebut ke Timur Tengah. Selnajutnya, ia juga akan mengunjungi wilayah Palestina dan Arab Saudi.

Situs berita aljazeera.net (12/7/2022) melaporkan mengutip penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bahwa prioritas kunjungan Presiden Biden ke Timur Tengah difokuskan pada konsolidasi gencatan senjata di Yaman, mengintegrasikan Israel di kawasan itu, dan bekerja untuk membuat kemajuan dalam noramalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.

Sullivan menambahkan dalam konferensi pers di Gedung Putih, bahwa setiap normalisasi antara Israel dan Arab Saudi kemungkinan akan memakan waktu lama, tetapi Biden akan melihat kemajuan selama kunjungannya ke Israel dan Arab Saudi.

Lebíh lanjut, Sullivan menekankan bahwa kunjungan itu juga bertujuan untuk mengatasi apa yang dia gambarkan sebagai ancaman multi-sisi Iran, menekankan bahwa peran AS di Timur Tengah akan berbeda dari apa yang terjadi selama perang di Irak.

Sebelumnya Gedung Putih telah mengumumkan bahwa Biden akan melakukan kunjungan pertamanya ke Timur Tengah antara 13-16 Juli, termasuk Israel dan Tepi Barat, sebelum lepas landas langsung dari Tel Aviv ke Arab Saudi.

Presiden AS juga akan tiba di kota Saudi Jeddah, pada hari terakhir kunjungannya sebagai pertemuan puncak yang mencakup para pemimpin Dewan Kerjasama Teluk, selain Mesir, Irak dan Yordania.

Diberitakan bahwa sekitar 16.000 anggota polisi Israel, penjaga perbatasan dan pasukan khusus berpartisipasi dalam proses pengamanan kunjungan Biden ke Israel, yang dimulai Rabu.

Polisi Israel menyebut operasi itu “Perisai Biru 3”, yang menurutnya pasukan akan dikerahkan di lokasi di mana Biden akan melakukan perjalanan selama kunjungan 3 hari. Polisi akan menutup beberapa jalan pribadi di kota Yerusalem yang diduduki.

sumber : aljazeera.net

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: